UNUJA Raih Empat Penghargaan Bergengsi dalam RAPIM PTKIS 2025
SURABAYA – Universitas Nurul Jadid (UNUJA) kembali mencatatkan prestasi membanggakan dalam Rapat Pimpinan (RAPIM) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) yang berlangsung pada 12-13 Februari 2025 di Hotel Santika Premier, Surabaya. Dalam ajang yang dihadiri pimpinan PTKIS se-Jawa Timur ini, UNUJA berhasil meraih empat penghargaan bergengsi yang semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi unggulan di Indonesia.
Empat penghargaan yang diraih UNUJA meliputi kategori PTKIS dengan jumlah dosen bergelar Lektor Kepala-Guru Besar terbanyak di tahun 2024, pelaksana terbaik Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), perguruan tinggi dengan penerima bantuan LITAPDIMAS terbanyak, serta perguruan tinggi dengan jurnal nasional terakreditasi terbanyak. Prestasi ini menjadi bukti nyata atas konsistensi UNUJA dalam meningkatkan kualitas akademik, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan prinsip Tri-Dharma Perguruan Tinggi.
Wakil Rektor II UNUJA, Dr. KH. Najiburrahman, M.Ag., yang hadir dalam acara tersebut, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian ini dan mengapresiasi kerja keras seluruh sivitas akademika UNUJA. Ia juga berterima kasih kepada Kementerian Agama melalui KOPERTAIS IV yang terus memberikan dukungan bagi pengembangan PTKIS. “Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan menuju rekognisi internasional,” ujarnya.
Keberhasilan UNUJA dalam meraih penghargaan ini tidak lepas dari konsistensinya dalam menjalankan kebijakan MBKM, mengoptimalkan penelitian melalui program LITAPDIMAS, serta aktif dalam publikasi ilmiah. UNUJA juga terus memperkuat program MKBM Santri Mengabdi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Pada semester kedua tahun 2024, UNUJA menggelar bootcamp untuk mendukung publikasi ilmiah, terutama di wilayah Tapal Kuda dan lingkungan internal universitas. Ke depan, UNUJA berkomitmen untuk terus mengembangkan sumber daya manusia dan tata kelola pendidikan tinggi guna menghadapi tantangan global serta mencapai rekognisi internasional.
0 Komentar